Fakultas Olahraga & Kesehatan

Keuangan & Tindak Lanjut Monev

Pantau ketersediaan dokumen keuangan per tahun serta ringkasan tindak lanjut & monev.

Dokumen (hasil pencarian)
36
Tersedia 2022
36
Tersedia 2023
36
Tersedia 2024
36
Tersedia 2025
0
2022
2023
2024
2025
Reset
Tabel Dokumen Keuangan
Badge hijau = Tersedia, merah/sekunder = tidak tersedia/belum ada.
No Nama Dokumen 2022 2023 2024 2025
1 Beasiswa Bidik Misi / KIP K Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
2 Biaya Investasi SDM Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
3 Biaya Kegiatan Kemahasiswaan Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
4 Biaya Kegiatan Penelitian Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
5 Biaya Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
6 Biaya Kegiatan Publikasi Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
7 Biaya Operasional Kantor Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
8 Biaya Operasional Pembelajaran Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
9 BOPTN Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
10 Dana Penelitian dari Mitra Lain Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
11 Dana Penelitian Universitas Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
12 Dana Pengabdian Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
13 Dana Pengabdian dari Mitra Lain Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
14 Gaji Dosen Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
15 Gaji Pegawai Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
16 HAKI Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
17 HIbah Penelitian Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
18 HIbah Pengabdian Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
19 Honor Dosen Non PNS Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
20 Honor Pegawai Non PNS Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
21 Investasi Prasarana Pendidikan Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
22 Investasi Sarana Pendidikan Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
23 Investasi yang dibiayai APBN Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
24 Lauk Pauk Dosen Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
25 Lauk Pauk Pegawai Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
26 NON UKT Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
27 Penelitian Desentralisasi (DIRJEN DIKTI) Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
28 Penelitian Mandiri Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
29 Pengabdian Mandiri Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
30 PNBP Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
31 Remunerasi Dosen Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
32 Remunerasi Jabatan Dosen Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
33 Remunerasi Kelola Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
34 Remunerasi Pegawai Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
35 Sertifikasi Dosen Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
36 UKT Tersedia Tersedia Tersedia Tidak Tersedia
Tindak Lanjut & Monev Keuangan
# Tindak Lanjut Monev
1 1). Mendorong keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian.
2). Membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk sinergi program.
3). Mengoptimalkan publikasi dan dokumentasi program pengabdian sebagai bukti kinerja institusi
Dana Pengabdian kepada Masyarakat
Hasil: Rp6.973.648
Syarat: >Rp5.000.000
Status: Memenuhi
Analisis Monev:
Dana pengabdian telah melebihi ambang batas minimum, yang menunjukkan kepedulian terhadap peran sosial institusi dalam memberdayakan masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
2 1). Mempertahankan dan tingkatkan dukungan dana penelitian, baik melalui internal maupun eksternal (hibah DIKTI, LPDP, dsb).
2). Meningkatkan kapasitas dosen dalam penulisan proposal dan pelaporan.
3). Menyediakan insentif bantuan penerbitan jurnal bagi dosen yang aktif dan produktif dalam riset.
Dana Penelitian per Dosen
Hasil: Rp14.751.640 per dosen (total dana dibagi 110 dosen)
Syarat: >Rp10.000.000 per dosen
Status: Memenuhi
Analisis Monev:
Dana penelitian per dosen telah melampaui batas minimum, menunjukkan bahwa institusi memberikan dukungan memadai terhadap kegiatan riset. Ini penting untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan publikasi ilmiah.
3 Tingginya proporsi dana investasi pada tahun berjalan sangat berkaitan dengan sejumlah program pengembangan fasilitas prioritas, yaitu: 1). Pengadaan Alat Laboratorium Modern – Tahun 2024 Investasi besar dilakukan untuk mendukung praktik mahasiswa yang berbasis evidence-based practice. 2). Pembangunan Mini Hospital – Tahun 2023 Fasilitas ini mendukung penguatan pendidikan jurusan keperawatan, termasuk dalam investasi awal yang memerlukan biaya pembangunan gedung dan pengadaan alat klinis. 3). Pengembangan Gedung OSCE (Objective Structured Clinical Examination) – 2025 sebagai pusat uji kompetensi, gedung ini menjadi prasarana strategis bagi akreditasi program studi dan mutu lulusan jurusan kesehatan.
Tindak lanjut :Maka di tahun 2025 Strategi Menurunkan Dana Investasi Setelah Pengembangan Selesai dengan beberapa strategi yaitu :
• Mengurangi alokasi untuk pembangunan fisik, alat baru, atau aset tetap dengan mengalihkan ke program riset dosen, pengabdian masyarakat, pengembangan kurikulum, dan peningkatan kualitas pembelajaran
• Menunda pembelian alat jika belum mendesak dan memprioritaskan pemeliharaan dan optimalisasi aset yang ada
• Menyusun peta jalan investasi 5–10 tahun ke depan agar fokus dan terkontrol. Tahun-tahun awal fokus infrastruktur, selanjutnya beralih ke SDM dan tridharma dengan menghindari siklus belanja modal terus-menerus yang tidak produktif
• Dana yang tadinya untuk pembelian aset baru dapat digunakan untuk perawatan aset lama (preventive maintenance) dan ini akan mengurangi risiko pengeluaran besar karena kerusakan mendadak.
• Jika masih ada kebutuhan investasi tambahan dapat dilakukan melalui skema kerja sama (kemitraan fasilitas) Dana CSR, sponsor, hibah yang bertujuan agar dana internal tetap terkonsentrasi ke operasional dan tridharma
Dana Investasi (PDI)
Hasil: 29%
Syarat: <10%
Status: Belum Memenuhi
Analisis Monev:
Persentase alokasi dana untuk investasi mencapai 29%, yang berarti terlalu besar dibandingkan batas maksimal 10%. Ini dapat menunjukkan alokasi anggaran yang belum seimbang antara kebutuhan investasi dan operasional rutin.
4 1). Peninjauan Ulang Alokasi Anggaran seperti : a). evaluasi kembali komponen anggaran yang kurang relevan atau tidak efisien (misalnya: belanja non-pendidikan yang terlalu tinggi). b). Mengfokuskan dana ke kebutuhan langsung mahasiswa seperti laboratorium, perpustakaan, beasiswa, dan layanan akademik.
2). Mengoptimalisasi Unit Usaha dan Kemitraan Industri seperti a). Mengaktifkan dan revitalisasi unit-unit usaha milik fakultas (Osce, training center, Layanan jasa laboratorium SDM dosen.) untuk menghasilkan pendapatan mandiri. b). Membangun kerja sama dengan industri (MoU, sponsorship, CSR) yang mendukung kegiatan pembelajaran dan pelatihan mahasiswa. c). Melibatkan mahasiswa dalam proyek wirausaha fakultas
3). Pemanfaatan Dana Hibah dan CSR Eksternal seperti : a). Membangun hubungan dengan perusahaan swasta/BUMN untuk memperoleh bantuan CSR yang dapat diarahkan ke kegiatan mahasiswa. b). Membentuk tim khusus penulisan proposal hibah dan pelaporan kegiatan untuk meningkatkan keberhasilan dana eksternal
Dana Operasional Mahasiswa (DOM)
Hasil: Rp8.865.847 per mahasiswa
Syarat: >Rp20.000.000
Status: Belum Memenuhi
Analisis Monev:
Dana operasional per mahasiswa masih jauh dari syarat minimal yang ditetapkan, yaitu Rp20 juta. Hal ini dapat berdampak pada kualitas layanan pendidikan, fasilitas, dan dukungan akademik bagi mahasiswa.
5 1). Terus menjaga keberagaman sumber pendanaan agar tidak bergantung pada uang kuliah mahasiswa. di tahun 2025 akan diberlakukan tarif layanan untuk Fakultas
2). Meningkatkan kerjasama eksternal untuk hibah dan sponsorship.
3). Melakukan evaluasi tahunan terhadap struktur pendapatan.
Persentase Pendapatan Mahasiswa terhadap Total Keuangan (PDMHS)
Hasil: 26,9%
Syarat: <30% untuk PTN; <66% untuk PTS
Status: Memenuhi
Analisis Monev:
Nilai PDMHS sebesar 26,9% sudah berada di bawah batas maksimal untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), yakni 30%. Artinya, sumber pendanaan institusi tidak terlalu bergantung pada kontribusi mahasiswa, sehingga dapat dinilai sehat dari sisi pembiayaan.